“Berjalan Bersama Menuju Kebaruan”

Sr. Frederica, HK

R.E.F.L.E.K.S.I

Melayani dengan tulus tanpa modus supaya menjadi Kudus. Inilah kata-kata yang muncul pada saat awal menulis refleksi ini. Saya bergabung di LDD khususnya di Biro Pelayanan Buruh terbilang masih baru, kurang lebih 2 bulan. Saya seorang biarawati dari Kongregasi Suster-suster Belaskasih dari Hati Yesus yang Mahakudus Telukbetung Bandar Lampung.

Pertama mendengar kata “Buruh” itu konotasinya sebagai pekerja rendahan, kasar, hina, kasaran, padahal itu sama saja sebagai pekerja. Pekerja; seorang yang bekerja dengan orang lain dan mendapat upah. Permasalah klasik dikalangan teman-teman buruh selain upah dan jaminan kesejahteraan yang tidak sesuai.

Keprihatinan lainnya terutama bagi buruh perempuan adalah rentan menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual. Banyak dari mereka yang menjadi korban tidak mengadu karena takut dianggap kotor, lemah, takut dipersalahkan, malu dianggap punya aib. Dampaknya korban lebih banyak menyendiri, diam, depresi,terlambat ke tempat kerja, tidak mau bergabung dengan teman-temannya,merusak relasi dengan keluarga / kerja, dll.

Ada sebuah film karya teman-teman buruh yang mau peduli dengan para korban kekerasan dan pelecehan seksual.film dokumenter “Angka Jadi Suara.” Saya bersyukur mendapat kesempatan untuk menonton film itu dalam diskusi bertema “Pelecehan dan Kekerasan Sexual di Tempat Kerja” yang diselenggarakan oleh serikat buruh bertempat di area pabrik yang terletak di kawasan industri Manis Tangerang pada 1 November 2017.

Saya sungguh kagum dan bangga dengan teman-teman buruh yang sungguh mau peduli, mereka perempuan-perempuan yang berani, mereka mengajak teman-teman yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual untuk berani menyuarakan, sehingga tidak hanya menjadi angka para korban tetapi menjadi suara untuk perubahan. Saya ingat dengan kata-kata Bapa Paus Fransiskus dalam buku Evangelii Gaudium no. 10 dikatakan “seorang pewarta Injil tidak boleh seperti seorang yang baru pulang dari pemakaman.” Bapa Paus mengajak untuk memulihkan dan memperdalam semangat sehingga ada sukacita yang mengembirakan dan menghibur. Saya belum banyak berbuat untuk teman-teman buruh tetapi saya mau bersama mereka, saya mau menjadi teman mereka, sehingga sama- sama berjuang untuk Memuliakan Martabat Manusia. Kehadiran yang membawa sukacita,menyapa dan tersenyum bersama mereka sehingga mengembirakan. Tuhan pakailah diriku menjadi alatMu!