BIRO PELAYANAN BURUH (BPB)

Sejak dekade 1980 hingga 1990-an, persoalan banyaknya buruh migran dari daerah datang ke Jakarta karena proses industrialisasi yang begitu cepat sudah menjadi masalah sosial memprihatinkan dan membutuhkan pendampingan. Biro yang berdiri  atas semangat Sinode 1 KAJ tahun 1990 ini mau menanggapi  situasi buruh yang semakin kompleks.

Mereka yang  mengalami ketidakpastian kerja dan ketidakpastian hidup. Dalam kondisi itu, Biro BPB memberi fokus perhatian pada pelayanan buruh yang semakin terhimpit oleh situasi ekonomi tak menentu dengan menjadi Sahabat dan Penggerak. Pemberian bantuan karitatif bagi mereka yang di PHK dilakukan secara berkelompok dan terbatas, dan diupayakan pemberdayaan sebagai bantuan utama. Sesuai dengan masalah buruh yang dilemahkan oleh system fleksibilitas hubungan kerja dalam bentuk kerja kontrak dan outsourcing, maka Pelayanan BPB meliputi 4 fokus yakni:

  1. Pengorganisasian, yaitu pembentukan aliansi serikat buruh, organisasi buruh kontrak dan outsourcing, serta kelompok usaha
  2. Pendidikan dan Pelatihan untuk penguatan aliansi serikat buruh dan organisasi buruh kontrak dan outsourcing dengan kelompok usahanya.
  3. Publikasi dan Kampanye melalui bulletin buruh GARIS, pementasan Teater Buruh dan selebaran.
  4. Penguatan Jaringan. Karena penanganan masalah buruh harus dikerjakan dalam kerjasama dengan semua pihak yang berkehendak baik, maka harus dilakukan penguatan jaringan dengan institusi Gereja, LSM Perburuhan, institusi pendidikan dan pelatihan kewirausahaan

 

koordinasi pelayanan bpb-ldd

 

 

 

 

2 thoughts on “BIRO PELAYANAN BURUH (BPB)

  • March 23, 2018 at 11:46 PM
    Permalink

    Memang permaslah yg di temukan oleh buruh berbeda tempat berbeda masalah. Tapi ini lah sehrusnya mnjadi perhatian. Karna kurangny lpangan pkerjaan. Terjadilah penganguran. Bahkan sejana s1 saja bnyak yg nganggur..?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *