“Pesan Bapak Uskup Pada “May Day” 2017″

Mgr. Ignatius Suharyo

P uncak syukur perayaan hari buruh internasional Dekenat Tangerang diselenggarakan di Paroki Karawaci pada
tanggal 1 Mei 2017. Bapak Uskup bersama pastor Sigit Prasadja, SJ (ketua Komisi PSE KAJ) sekaligus Direktur LDD, Pastor Beni Yuliawan, SJ (Pastor moderator pelayanan buruh migran KAJ),  Pastor Yus Noron (Pastor Deken Tangerang), Pastor Adi Pramono , OSC    (selaku moderator kerasulan buruh dekenat Tangerang/KERABAT), serta beberapa pastor utusan paroki se-Dekenat Tangerang berkenan mempersembahkan Ekaristi Kudus. Setelah perayaan misa, KERABAT selaku panitia pelaksana perayaan ini menggelar pentas budaya dan refleksi gerakan pastoral perburuhan bersama Mgr. Ignatius Suharyo. Bapak Uskup menegaskan bahwa “… dunia kerja tidak akan lepas dari tantangan dimanapun juga. Kalau kita menghadapi kekerasan
kehidupan itu sendirian, kita akan cepat lelah, dan mungkin pada suatu ketika akan lebih dari lelah. Oleh karena itu diperlukan seperti yang ditawarkan K K M K (Komunitias Karyawan Muda Katolik) tempat para pekerja bertemu, berkumpul, berdiskusi untuk menemukan ide-ide yang kreatif.

Sekarang ini ada perkumpulan saudara-saudara kita yang menderita sakit stroke, karena menderita sakit stroke itu berat  maka membutuhkan kawan. D a l a m pertemuan-pertemuan dan pembicaraan bersama, mereka ingin saling menghibur, saling menguatkan. Ada pula perkumpulan orang-orang yang sakit gula, mereka juga melakukan hal-hal yang sama untuk saling menyemangati, dan meneguhkan.” Selanjutnya Bapak Uskup bepesan dua hal berikut untuk kerasulan perburuhan.

Pertama: Pekerja yang selalu berhadapan dengan berbagai macam masalah, alangkah baik kalau membentuk komunitas, tempat berkumpul, saling meneguhkan dan siapa tahu dalam pembicaraan bersama itu akan muncul ide-ide kreatif. Kedua: Credit Union (CU), bukan sekedar simpan pinjam uang, tetapi adalah pendampingan bagaimana  kita dapat membangun kehidupan ini dengan paham yang benar tentang ekonomi, tentang keuangan, dan sebagainya. Kalau saya membaca nasehatnasehat yang di keluarkan oleh KWI, yang paling banyak disebut adalah silahkan mengembangkan kehidupan bersama lewat CU. Kalau CU baik, pesertanya juga akan sangat terbantu dalam berbagai macam hal. Moga-moga nanti akan muncul berbagai macam kreatifitas diantara para
pekerja yang tidak lain dan tidak bukan adalah menjadi tempat dimana kita saling menegguhkan, mempunyai semangat, mempunyai inspirasi iman, supaya pekerjaan kita apapun itu mempunyai nilai  dan makna yang memberikan kegembiraan.”